Pipadenya.com

Pipa HDPE, uPVC, PPR & Aksesoris Merk Denya Tlp 061 794 1255

Semburan Gas Meluas, Warga Indramayu Tidak Puas Penanganannya

Pipadenya.com – INDRAMAYU (Pos Kota) – Sudah terlalu lama masyarakat Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menginginkan semburan gas liar alias gas rawa itu agar segera ditangani secara maksimal, supaya tak berdampak negative terhadap masyarakat sekitar. Lantaran terlalu lama tidak ada tindakan, warga setempat kesal dan menyampaikan aspirasi mereka melalui aksi unjuk rasa.

Barulah pasca aksi demo masyarakat itu ada perhatian dari pihak berwewenang. Walaupun semburan gas itu kata Dirum Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf saat mengunjungi lokasi semburan gas bersama Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron, beberapa hari lalu tidak ada kaitannya dengan aktifitas pengeboran Migas Pertamina di sekitar lokasi, namun masyarakat tahunya persoalan Migas itu adalah tanggungjawab Pertamina. Apalagi semburan gas itu terjadi tidak jauh dari lokasi pengeboran Migas Pertamina.

Upaya sudah dilakukan dengan mengalirkan material air dan lumpur yang keluar bersamaan semburan gas itu ke sungai terdekat melalui pipa PVC. Penanganan semburan gas itu kata warga sangat sederhana. Karena itu warga merasa tidak puas dengan hanya mengalirkan material semburan gas itu ke sungai. “Cuma memindahkan air dan lumpurnya saja ke sungai, sedangkan gasnya masih berada di sekitar situ,” ujar Dasmin, 37.

Masyarakat menghendaki ada penanganan yang lebih serius lagi. Misalnya menampung semburan gas itu pada sumur-sumur Pertamina, supaya gas itu tidak keluar secara liar sehingga mencemari udara. Aktifitas warga juga merasa terganggu akibat munculnya gas liar itu.

Intinya warga mengharapkan supaya gas yang keluar dari perut bumi itu tidak sampai terhirup langsung pernafasan mereka. Walau bagaimanapun yang namanya gas itu bisa membahayakan kesehatan jika dihirup langsung, apalagi dihirup anak-anak. Mereka juga minta dibuatkan pondok kesehatan untuk penanganan keadaan darurat jika sewaktu-waktu ada warga atau anak-anak yang keracunan menghirup gas itu.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron mengemukakan, semburan gas itu pasti akan menimbulkan dampak, karena itu perlu ada penanganan segera. Jangan terlalu lama dibiarkan. Pertamina dan DPR sepakat akan memantau terus semburan gas itu. Ia juga setuju Pertamina membuka posko kesehatan di lokasi semburan.

Masyarakat Desa Sukaperna mengemukakan, semburan gas itu sudah berlangsung lama. “Gas yang keluar bersama air dan lumpur sudah berulang-ulang warga mengadukan persoalan itu ke pemerintah,” ujarnya.

Kades Sukaperna, Hasanudin mengemukakan, laporan warga kurang direspon. Setiap ada yang datang hanya melihat atau mengecek ke lokasi semburan gas. Setelah itu mereka pulang kembali dan tidak ada tindak lanjutnya.

Jumlah titik semburan gas semula sekitar 40-an titik namun kini jumlahnya semakin bertambah banyak mencapai kurang lebih 195 titik semburan gas di antaranya berlokasi di sekitar rumah warga.

Sumber: http://poskotanews.com/2018/01/11/semburan-gas-meluas-warga-indramayu-tidak-puas-pananganannya/

Updated: January 12, 2018 — 7:00 am
© Pipadenya.com Non-official -  Manufacturing By PT. Sinar Utama Nusantara.